PT Pupuk Indonesia Logistik mengadakan Webinar bertajuk “Prospek Bisnis Multimoda” pada Hari Rabu,(27/01/2021), pukul 10.00 WIB. Acara yang diikuti oleh semua Karyawan PT Pupuk Indonesia Logistik tersebut diinisiasi oleh Dewan Direksi dengan harapan mampu mengembangkan soft kompetensi Karyawan PILOG dalam menghadapi tantangan revolusi 4.0.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Logistik, Tentaminarto Tri F, dalam sambutannya, mengapresiasi webinar Prospek Bisnis Multimoda yang diyakini membuat PILOG semakin berkembang sebagai perusahaan logistik terpadu didukung karyawan berwawasan bisnis multimoda, sebagai bekal karyawan untuk menyambut kondisi Pilog ketika lebih baik dari saat ini.
“Direksi memandang pilihan itu tepat, dikarenakan PILOG harus memahami konsep bisnis yg tepat dalam pergerakan dunia logistik. Dengan mengundang beliau (Prof. Wihana Kirana), PILOG mempunyai gambaran perihal kebijakan – kebijakan dalam pergulatan ekonomi di bidang logistik.” ucap Tentaminarto.
Tentaminarto berharap, melalui webinar ini segenap karyawan dapat menambah wawasan dan perusahaan turut membangun pergerakan roda ekonomi di Indonesia sekaligus mendukung Anper PI Grup agar terus berkembang dalam setiap situasi dan kondisi yang ada.
Hadir sebagai pemateri webinar, Staf Khusus Menteri Perhubungan, bidang Ekonomi & Investasi Transportasi, Prof. Wihana Kirana. Dalam paparannya Wihana Kirana menjelaskan beberapa materi, diantaranya bagaimana dampak covid pada ekonomi dan sektor logistik, logistik dan multimoda, teropong 2021, strategi kebijakan strategis 2021 dan sistem logistik secara Ekspor/Impor, humanitarian, domestik, serta penanganannya.
Menurut Prof. Wihana Kirana adanya pandemi Covid 19, membuat mobilitas dan aktivitas ekonomi terhambat. Dampaknya terhadap penurunan konsumsi masyarakat dan diikuti oleh penurunan volume produksi dan distribusi barang.
“Likuiditas jangka pendek sektor logistik akan mengalami tekanan yang cukup tinggi selama pandemi covid-19, akan tetapi kondisi ini diprediksi lebih cepat pulih setelah krisis berakhir. Saat ini PILOG perlu melakukan efisiensi logistik, guna standarisasi yang juga menjadi syarat penerapan digitalisasi dalam proses-proses logistik ke depan.” Jelasnya.
Berkaitan dengan infrastruktur, tantangan lain yang dihadapi yakni upaya peningkatan konektivitas nasional, Wihana meyakini tuntutan terhadap infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan kualitas, melainkan juga kapasitas dan konektivitas. Oleh karena itu, diperlukan aktivitas logistik dengan infrastruktur yang mampu menjadi backbone operasi transportasi yang efisien dan berkualitas.
“Perlu perencanaan pembangunan infrastruktur baik antar moda transportasi maupun antar wilayah, sehingga lebih menjamin efektivitas pemanfaatannya” tambahnya.
Webinar yang berlangsung selama 2 jam ini, mendapatkan respon positif dari para peserta.
“Webinar ini bagus, karena dapat menambah ilmu pengetahuan sehingga dapat dijadikan salah satu training untuk meningkatkan kompetensi karyawan khususnya pengetahuan tentang bisnis logistik. Harapan saya webinar seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, kemudian ilmu yang disampaikan oleh Narasumber (Prof. Wihana Kirana) dapat diimplementasikan di Perusahaan. Sehingga jika ada karyawan yang membutuhkan sertifikasi kompetensi dapat ditindaklanjuti untuk dilakukan training.” – Sunarso, Manajer PInvestasi & Pengembangan.
“Informatif, karena ada beberapa hal yang perlu diketahui PILOG, karena ada hubungannya dengan kompetensi pengembangan PILOG ke depan sebagai perusahaan logistik yang berusaha menjadi perusahaan one stop logistic solution. Webinar ini sekaligus menjadi bahan pembelajaran karyawan dan benchmarking terutama bagi karyawan yang berwenang dalam menangani pengembangan usaha PILOG” – Taufik Aldila Armaputra, Manajer Pemasaran.